
Nama Nuralwala adalah pengubahan dari sebuah frasa Hariq Nar al-Wala, yang bermakna ‘Sosok yang Terbakar dalam Api Cinta’—sebuah gelar kehormatan yang disematkan oleh Al-Hujwiri (w. 465 H/1072 M) dalam kitab tasawuf standar, yaitu Kasyf al-Mahjub, kepada Imam ‘Ali bin Abi Thalib karrama Allahu wajhah, sosok yang kepadanya bermuara seluruh aliran tasawuf di dalam Islam. Dari situ, kami pun berinisiatif memilih kata “Nur” (yang bermakna cahaya) untuk menggantikan kata “Nar” (yang bermakna api).





