Benarkah karya-karya ‘ulûm al-Qur’ân pasca as-Suyuthi (849-911 H) adalah karya yang stagnan, repetitif, dan tidak ilmiah? Lantas bagaimana dengan karya-karya ‘ulûm al-Qur’ân pesantren di Indonesia yang masih mempertahankan tradisi syarah? Dalam buku ini, Zainal Abidin mengungkapkan konstruksi tradisi di balik karya-karya Syarah Manzhûmah at-Tafsîr az-Zamzami di Indonesia, sejak tahun 1930-an hingga tahun 2022. Penelusurannya membuktikan bahwa karya syarah tidaklah stagnan. Justru karya genre ini menjadi penghubung antara turats klasik terhadap era modern melalui gaya yang beragam dan relevan.
| Penulis | : Zainal Abidin |
| Penerbit | : Yayasan Nuralwala Pusat Kajian Akhlak dan Tasawuf |
| Harga | : Rp. 60.000 |
| ISBN | : 978-623-96104-6-3 |
| Berat | : 300 gram |
| Dimensi P-L-T | : 15,5 x 23,5 |
| Total Halaman | : 210 Halaman |
| Jenis Cover | : Soft Cover |




